» » » » » » » PROFIL DAYAH DHIYA ULHAQ AL-AZIZIYAH JEUNIEB


dhiyaulhaq.com - Dayah Dhiya Ulhaq Al-Aziziyah adalah Lembaga pendidikan islam Dayah Dhiya Ulhaq  Al-aziziyah di dirikan pada tahun 2004. Dimana pada awal berdiriannya hanya terdiri dari satu unit balai belajar, satu unit balai induk dan 6 unit bilek.Dayah ini pada awalnya berdiri diatas sepetak tanah yang berstatus tanah pribadi milik pimpinan dayah yang juga merupakan pendiri awal dayah Dhiyaul haq al aziziyah yang bernama Tgk.Nurdin M.Judon.

Didirikannya  dayah Dhiya ulhaq ini tak lain untuk mempersiapkan dan membekali para santri serta masyarakat secara umumnya untuk menghadapi terjangan kehidupan dunia dan mempersiapkan amalan kehidupan akhirat yg mendasar kepada ajaran islam yang kaffah.Selain itu layaknya lembaga pendidikan yang lain dayah ini pun menyelenggarakan beberapa kegiatan ekstrakulikuler lain disamping kegiatan belajar mengajar agama, misalnya mengadakan kegiatan pelatihan bakat pidato,menulis,bertani,olah raga dan lain sebagainya bagi para santri.
Makanya tak heran bila keberadaan dayah Dhiya ulhaq ini dikatakan sebagai penyempurna kebutuhan nonfisik bagi masyarakat kecamatan jeunieb dan sekitarnya.
Rutinitas Santri Dayah Dhiya Ulhaq Al-Aziziyah

Rutinitas Santri Dayah Dhiya Ulhaq Al-Aziziyah

Adapun VISI dan MISI dayah Dhiya Ulhaq Al-Aziziyah adalah :

A. VISI  :  

  • Mewujudkan santri menjadi masyarakat yang handal, kreatif, kritis, dan berdedikasi tinggi.
  • Terbinanya insan yang islami, pengabdi,dan berakhlakul karimah.
  • Menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berintelektual.
  • Menuntut santri berkiprah aktif dalam meningkatkan  kesejahteraan  masyarakat.
MISI    : 

  • Untuk adanya Lembaga Pendidikan  Islam sebagai wadah  pembangunan yang dimiliki dan dikelola secara profesional, mandiri dan berkesinambungan

Teungku Nurdin M.Judon lahir di Desa Lueng Teungoh Kecamatan Jeunieb tanggal 09 Mei 1972. Dalam kalangan masyarakat beliau lebih dikenal dengan nama Teungku Nas / Abi Nas dan kerap dipanggil dengan nama tersebut.

Abi Nasruddin : Pimpinan Dayah Dhiya Ulhaq Al-Aziziyah
Teungku Nurdin Judon mempunyai dua saudara kandung laki-laki dan satu saudara kandung perempuan. Teungku Nurdin Judon pernah mengenyam pendidikan formal SD ( 1979 - 1985 M ) dan SMP ( 1985 - 1987 M ) .Setelah itu Teungku Nurdin Judon menekuni pendidikan Islam di Dayah Ma’hadul Ulum Diniyah Islamiyah Mesjid Raya ( MUDI MESRA ) di Samalanga ( 1987 - 2000 M ). Sebelum Teungku Nurdin Judon mendirikan dayah Dhiya Ulhaq Al-Aziziyah beliau menjabat sebagai Wadir I di dayah Babussalam  Al-Aziziyah Putra ( 2001 – 2003 M ).

Tungku Nurdin Judon juga merupakan seorang muballigh yang berintelektual tinggi, sejak masih dalam status santri dayah Mudi Mesra Samalanga Teungku Nurdin Judon sudah mulai berdakwah ke berbagai kecamatan dan kabupaten di Aceh. Disamping itu, Teungku Nurdin Judon juga pernah menjabat sebagai Anggota DPRK Bireuen periode 2009 - 2014.

Dayah Dhiya Ulhaq Al-Aziziyah yang berdiri sejak 24 November 2004 terletak di desa Lueng Teungoh kecamatan Jeunieb. Sebelum berdirinya dayah Dhiya Ulhaq Al-Aziziyah di desa Lueng Teungoh Kecamatan Jeunieb ini sudah ada beberapa balai pengajian sehingga keberadaan sebuah dayah di desa tersebut menjadi tempat belajar lanjutan bagi santri - santri dari beberapa balai pengajian di desa Lueng Teungoh dan sekitarnya.

Dayah Dhiya Ulhaq Al-Aziziyah menyeleggarakan beberapa tingkatan pembelajaran yang dikoordinir oleh para pengurus dayah yang menyangkup bidang :

  1. Ma’had yaitu belajar membaca dan memahami kitab kuning.
  2. Majlis Ta’lim bagi masyarakat sekitar.
  3. TPA.
Untuk masalah kurikulum pendidikan dayah Dhiya Ulhaq Al-Aziziyah disusun berdasarkan pedoman kurikulum badan dayah provinsi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan pengurus bidang pendidikan dayah .

Santri yang belajar didayah ini terdiri dari dua kelompok,ada santri yang mondok (meudagang ) dan ada pula santri yang hanya mengikuti kegiatan belajar di malam hari saja,yang  jumlah keseluruhannya mencapai 320 jiwa.
 Dengan rician : 
Putra : 177 jiwa
Putri  : 143 jiwa

Sedangkan teungku / tenaga pengajar didayah ini berjumlah 40 orang,yang mereka terdiri dari lulusan dayah dhiya ulhaq sendiri dan ada juga guru yang berasal dari dayah-dayah lain di Aceh yang mengajar di dayah ini .


PENASEHAT :  

  1. Tgk. Mukhtaruddin Sabi
  2. Tgk. Tarmizi Judon
  3. Tgk. Muhammad Yusuf Muhammad Nasir


Pimpinan :   Tgk. Nasruddin M.Judon
KetuaUmum :   Tgk. Usman Abdurrahman
Sekretaris Umum :   Tgk. Rizki Miyani Abdul Gani
Bendahara Umum :   Tgk. Muhammad Rijal Fahmi Ilyas

BIDANG PENDIDIKAN:
Ketua :   Tgk. Agus Mawardi Muhammad
Wakil :   Tgk. Jarjani Muhammad Nasir
Anggota :  

  1. Tgk. Tajhizi Muhamad Harun
  2. Tgk. Khairul Mukti Muhammad Ali
  3. Tgk. Kafrawi MukhtaruddiN
  4. Tgk. Mardhiah Mukhtaruddin

BIDANG IBADAH :
Ketua :   Tgk.Fatahillah Muhammad Saleh
Wakil :   Tgk. Ikhwan Abdullah
Anggota

  1. Tgk. Rifki Fakhri
  2. Tgk. Basri Abdul Mutalleb
  3. Tgk. Zahraturrahmi
  4. Tgk. Erma Wati

BIDANG HUMAS :
Ketua :   Tgk. Sulaiman Muhammad Hasan
Wakil :   Tgk. Ruslan Abdullah
Anggota :  

  1. Tgk. Masykur Nurhadi
  2. Tgk. Bayhaqi Alhaitami Razali
  3. Tgk. Samsul Bahri Muhammad Jafar
  4. Tgk. Suwaibah

BIDANG GOTONG ROYONG :
Ketua :   Tgk. Mustafa Muhammad Idris
Wakil :   Tgk. Muzzammil Abdullah
Anggota :

  1. Tgk. Ruslan Sulaiman
  2. Tgk. Zulkarnen Bakhtiar
  3. Tgk. Ramadhan Ibrahim
  4. Tgk. Ramadhan Ramli
    
Sarana dan prasarana yang dimiliki dayah Dhiya Ulhaq Al-Aziziyah guna menunjang proses belajar mengajar dianggap sudah memadai walaupun masih sangat minim dan sederhana, diantaranya :
13 unit  balai / ruang belajar
1 ruang kantor sekaligus perpustakaan
1 buah masjid
34 kamar tidur

Sejauh ini dayah Dhiya Ulhaq Al-Aziziyah belum menciptakan pengembangan ekonomi dayah.

Program pengembangan yang saat ini dirancang meliputi bidang fisik dan non  fisik.

Fisik  :  Pengadaan sarana olah raga, renovasi fasilitas - fasilitas teungku dan santri, membangun ruang perpustakaan, penambahan balai / tempat belajar dan penambahan kamar tidur teungku dan santri.

Non Fisik  : Menciptakan Pengembangan Ekonomi Dayah, peningkatan prestasi para santri, peningkatan keterampilan ceramah,  khutbah, serta memimpin tahlil  dan sejenisnya.

Penguasaan kitab kuning dan retorika bisa dikatakan sebagai program unggulan dayah Dhiya Ulhaq Al-Aziziyah yang mempunyai obsesi untuk mencetak kader-kader ulama yang mumpuni dan unggul dalam ilmu-ilmu keislaman dan berintelektual dalam masyarakat.

Juara 01 lomba pidato se-kabupaten bireun wilayah barat tahun 2009.
Juara 01 lomba cerdas cermat se-kabupaten bireun wilayah barat tahun 2009.
Juara 02 lomba baca kitab kuning se-kabupaten bireun wilayah barat tahun 2009.
Dan lain-lain.

Oleh : Muhammad Rijal Fahmi

About Unknown

Hi there! I am Hung Duy and I am a true enthusiast in the areas of SEO and web design. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and dirt bike riding.
«
Next
This is the most recent post.
»
Previous
Older Post