» » » » » » » [ VIDEO ] Abi Nas - Kejayaan Islam di Aceh Dibawah Kepemimpinan Ulama


dhiyaulhaq.com - Di tengah hiruk pukuk menjelang Pemilihan Calon Bupati Bireuen 2017-2022, muncul pula gagasan dari “segelintir” kalangan yang menginginkan Ulama untuk kembali ke panggung politik di Aceh Khususnya Bireuen. Meskipun masih ada Netizen yang tidak menginginkan Ulama terjun dalam Politik., topik perbincangan ini khusus di media Sosial Facebook, namun isu ini menjadi kajian menarik yang dikupas secara berantai oleh para pengguna media sosial di Aceh Khususnya bagi Masyarakat Bireuen.

Dari wacana yang muncul dapat diduga bahwa memang ada Mayoritas  Masyarakat yang nampaknya “Merindukan” kepemimpinannya dari kalangan ulama di Aceh, Ada sejenis harapan bahwa Aceh akan bangkit jika dipimpin oleh Ulama, Seperti Tgk H. Muhammad Yusuf  (Ayah Sop) Sangat cocok untuk memimpin Aceh khususnya Bireuen, karena Islam adalah agama yang tidak bisa dipisahkan dari politik. Karena agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw, bukanlah sebuah dien yang sekedar membahas soal peribadatan Islam merupakan sebuah agama yang juga mengatur tentang Ekonomi, Hubungan Sosial, hukum, Ibadah, Politik, Sains dan lainnya.


Simak Video Abi Nasruddin Jeunieb 
"Kejayaan Aceh dibawah Kepemimpin Ulama"
Vol 1 - yang berdurasi 09.01 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Simak Video Abi Nasruddin Jeunieb 
"Kejayaan Aceh dibawah Kepemimpin Ulama"
Vol 2 - yang berdurasi 08.15

Pada masa-masa Revolusi fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia di masa lalu, ulama Aceh telah berhasil mengukir Prestasi yang gemilang di panggung sejarah. Beberapa nama dapat disebut di antaranya Teungku Muhammad Dawud Beureue-eh, Teungku Ahmad Hasballah Indrapuri dan Teungku Hasan Krueng Kalee adalah sosok yang tidak hanya punya pengaruh dalam bidang keagamaan, tetapi juga tampil sebagai pemimpin politik yang punya basis massa.

Lahirnya Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) di Matangglumpangdua Bireuen pada 1939 merupakan satu pertanda bahwa ulama Aceh pada saat itu memiliki semangat untuk bersatu. Menurut Anthony Reid (1987), hanya beberapa Ulama Dayah Konservatif di Aceh Besar dan Aceh Barat yang tidak sepakat dengan PUSA. Namun demikian, menjelang tahun 1941 sebagaimana disebut Reid, PUSA dapat diakui sebagai organisasi yang mewakili suara rakyat Aceh. 

Keterangan yang disampaikan Reid ini mengindikasikan bahwa PUSA di bawah kepemimpinan Teungku Muhammad Dawud Beureeu-eh benar-benar memperoleh kejayaan di panggung politik masa itu. Kondisi tersebut tentunya berbeda dengan realita kekinian, di mana tidak ada satu pun organisasi ulama di Aceh yang mampu menentukan arah politik, apalagi untuk memimpin Aceh. Diakui atau pun tidak, Aceh pasca PUSA krisis pemimpin dari kalangan ulama. ./Haqqu Ya Mubin

About Unknown

Hi there! I am Hung Duy and I am a true enthusiast in the areas of SEO and web design. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and dirt bike riding.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post